Dalam seni menyusun kalimat, terkadang kita menggunakan lebih banyak kata daripada yang sebenarnya dibutuhkan untuk menyampaikan suatu maksud. Di sinilah figure of speech atau gaya bahasa Pleonasm (Pleonasme) berperan. Pleonasme adalah penggunaan kata-kata yang berlebihan atau berulang yang secara semantik sudah terkandung dalam kata sebelumnya. Artikel ini akan mengupas bagaimana pleonasme digunakan, baik sebagai kesalahan dalam penulisan formal maupun sebagai alat retorika untuk memberikan penekanan yang sangat kuat.
Apa Itu Pleonasm?
Secara etimologi, pleonasm berasal dari bahasa Yunani pleonasmos yang berarti "berlebih" atau "melampaui". Ini adalah gaya bahasa yang menambahkan keterangan pada pernyataan yang sebenarnya sudah jelas tanpa keterangan tersebut.
Pleonasme sering dianggap sebagai pemborosan kata, namun dalam sastra, ia berfungsi sebagai penegas. Perhatikan perbedaannya:
- Efisien: Dia naik ke lantai dua.
- Pleonasm: Dia naik ke atas ke lantai dua (Kata "naik" secara logis sudah pasti "ke atas").
Ciri-ciri Pleonasm
Berikut adalah karakteristik utama yang membedakan pleonasme dari gaya bahasa lainnya:
- Redundansi Makna: Menggunakan dua kata atau lebih yang memiliki arti sama dalam satu frasa.
- Keterangan yang "Hadir Sendiri": Kata keterangan yang digunakan sebenarnya sudah menjadi sifat mutlak dari kata kerja atau kata benda yang dijelaskan.
- Unsur Penegasan: Digunakan secara sengaja untuk memastikan audiens menangkap poin dengan sangat mantap.
- Sering Terjadi Secara Tidak Sadar: Sering muncul dalam percakapan sehari-hari sebagai kebiasaan berbahasa.
Fungsi dan Tujuan Pleonasm
Mengapa seseorang menggunakan kata-kata yang berlebih jika satu kata saja sudah cukup?
- Memberikan Penekanan (Emphasis): Memastikan tidak ada keraguan sedikit pun dalam pernyataan tersebut.
- Keindahan Ritme: Dalam puisi atau lirik lagu, pleonasme membantu menjaga rima atau panjang kalimat agar terdengar lebih enak.
- Gaya Bahasa Retoris: Membuat kalimat terasa lebih dramatis atau formal dalam konteks tertentu.
- Kejelasan Mutlak: Menghindari ambiguitas, terutama saat berbicara dengan audiens yang mungkin kurang fokus.
Contoh Pleonasm dalam Berbagai Konteks
Berikut adalah kategori contoh pleonasme yang sering ditemukan dalam bahasa Inggris dan Indonesia:
A. Contoh dalam Bahasa Inggris
| No | Pleonastic Phrase | The Redundancy (Letak Kelebihannya) |
|---|---|---|
| 1 | Free gift | Sebuah "gift" (hadiah) secara definisi adalah gratis. |
| 2 | True fact | Sebuah "fact" (fakta) sudah pasti benar. |
| 3 | ATM machine | Huruf M dalam ATM sudah berarti "Machine". |
| 4 | Look with my own eyes | Melihat sudah pasti menggunakan mata sendiri. |
| 5 | Future plans | Rencana selalu dibuat untuk masa depan. |
| 6 | Small dwarf | Kurcaci (dwarf) secara definisi bertubuh kecil. |
| 7 | Tuneful music | Musik secara alami memiliki nada (tune). |
| 8 | Safe sanctuary | Sanctuary (tempat perlindungan) sudah pasti aman. |
| 9 | Unexpected surprise | Sebuah "surprise" (kejutan) secara alami tidak terduga. |
| 10 | Repeat again | Kata "repeat" sudah berarti melakukan kembali. |
B. Contoh dalam Bahasa Indonesia
| No | Kalimat Pleonasme | Keterangan Mubazir |
|---|---|---|
| 1 | Maju ke depan | Maju sudah pasti ke depan. |
| 2 | Turun ke bawah | Turun sudah pasti ke bawah. |
| 3 | Masuk ke dalam | Masuk sudah pasti ke dalam. |
| 4 | Sangat amat luas sekali | Penggunaan tiga kata penegas sekaligus. |
| 5 | Melihat dengan mata kepala sendiri | Menegaskan bahwa subjek menjadi saksi kunci. |
| 6 | Mendengar dengan telinga sendiri | Menegaskan kebenaran informasi yang didengar. |
| 7 | Para hadirin sekalian | "Hadirin" sudah bermakna jamak (banyak orang). |
| 8 | Hening sepi sunyi | Mengulang tiga sinonim untuk suasana yang sama. |
| 9 | Naik ke atas | Naik sudah pasti menuju ke atas. |
| 10 | Mundur ke belakang | Mundur sudah pasti bergerak ke belakang. |
Perbedaan Pleonasm dan Tautology
Keduanya sering dianggap sama, namun memiliki sedikit perbedaan teknis:
- Pleonasm: Menggunakan kata tambahan yang secara implisit sudah ada (Contoh: "Melihat dengan mata").
- Tautology: Mengulang gagasan yang sama dengan kata yang berbeda tanpa menambah makna baru (Contoh: "Dia mati karena nyawanya hilang").
Catatan Penting: Syarat mutlak pleonasme adalah Semantic Overlap (Tumpang Tindih Makna). Jika kata tambahan tersebut memberikan informasi baru yang penting, maka itu bukan pleonasme.
Penggunaan Pleonasm dalam Berbagai Bidang
Pleonasme bisa menjadi kawan atau lawan tergantung pada konteksnya:
- Pidato Politik: Digunakan untuk memberikan kesan megah dan meyakinkan audiens (Contoh: "Demi masa depan yang akan datang").
- Sastra & Puisi: Menciptakan efek dramatis (Contoh: "Aku mencintaimu dengan segenap seluruh jiwaku").
- Bahasa Hukum: Terkadang disengaja untuk menutup celah interpretasi (Contoh: "Null and void").
- Komedi: Digunakan untuk karakter yang sok tahu atau cerewet.
Cara Menghindari atau Menggunakan Pleonasm
- Jika menulis karya ilmiah/formal: Hapus kata keterangan yang sudah jelas (Contoh: "Masuk ke dalam" menjadi "Masuk").
- Jika menulis karya kreatif: Gunakan pleonasme hanya untuk memperkuat emosi atau sakralitas sebuah adegan.
- Periksa apakah subjek sudah jamak sebelum menambahkan kata "para" atau "banyak" (Contoh: "Ibu-ibu" bukan "Para ibu-ibu").
- Gunakan pleonasme untuk menekankan pengalaman pribadi yang luar biasa (Contoh: "Saya melihatnya sendiri dengan mata ini!").
Kelebihan dan Kekurangan Pleonasm
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Sangat efektif untuk memberikan penekanan luar biasa pada sebuah poin. | Membuat tulisan terasa bertele-tele dan tidak profesional jika tidak tepat konteks. |
| Membantu menjaga irama dalam komunikasi lisan. | Dapat dianggap sebagai tanda kurangnya penguasaan kosakata (vocabulary). |
Latihan Kreatif (Uji Kemampuan Anda)
Kerjakan latihan ini untuk mengukur pemahaman Anda tentang Pleonasme.
1. True or False
- a. Determine whether the following statements are True (T) or False (F).
- b. Read the statements below carefully, then circle T if it is true and F if it is false.
| 1. Pleonasm is the use of more words than necessary to express an idea. | |
| 2. “Free gift” is an example of pleonasm. | |
| 3. Pleonasm always makes sentences shorter and simpler. | |
| 4. “Advance forward” contains unnecessary repetition of meaning. | |
| 5. Pleonasm can sometimes be used intentionally for emphasis. | |
| 6. “ATM machine” is not an example of pleonasm. | |
| 7. Pleonasm often involves redundant words or phrases. | |
| 8. “I saw it with my own eyes” can be categorized as pleonasm. | |
| 9. Pleonasm is commonly found in both spoken and written language. | |
| 10. “Past history” is an example of pleonasm because history already refers to the past. |
2. Multiple Choice
- a. Read the statements below carefully, choose the most appropriate answer.
- b. Select the answer A, B, C, or D that you think is most correct.
LIHAT KUNCI JAWABAN
- B. Repeating unnecessary words with similar meanings.
- A. Advance forward.
- B. Because the word “machine” is already included in ATM.
- B. We returned back home.
- A. To create emphasis.
- C. Blue sky.
- A. Both words mean nearly the same thing.
- B. Added bonus.
- A. Everyday conversations and literature.
- A. Unexpected surprise.
3. Fill in the Blank
- a. Complete the sentences with the correct Pleonasm-related word.
- b. Fill in the blanks below with short and correct answers.
LIHAT KUNCI JAWABAN
- Pleonasm
- Necessary
- Free
- Machine
- Repetition
- Clarity
- Seeing
- Pleonasm
- Final
- Emphatic
- True
- Meaning
- Speech
- Nearness
- Emphasis
- Extra
- Advance
- Writing
- End
- Effect