Show Menu 2

3/19/26

Apa Maksud Quiet Quitting?

iTapuih.com - Apa Maksud Quiet Quitting? Quiet Quitting bukan berarti berhenti bekerja secara total, melainkan berhenti melakukan pekerjaan lebih dari apa yang tertulis di kontrak. Karyawan hanya melakukan tugas minimum tanpa lembur atau keterlibatan emosional berlebih demi kesehatan mental. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:


Quiet Quitting

The practice of doing no more work than one is contractually required to do, especially in order to have more time for one's personal life.

Colleague: "Are you coming to the extra brainstorming session at 7 PM?"
(Kamu dateng ke sesi brainstorming tambahan jam 7 malem?)

Worker: "No, my shift ends at 5 PM. I'm going home to relax."
(Nggak, shift-ku selesai jam 5 sore. Aku mau pulang buat istirahat.)

Colleague: "Wow, you're not going the extra mile anymore?"
(Wah, kamu udah nggak mau kasih usaha lebih lagi?)

Worker: "I'm just quiet quitting. I do my job well during work hours, and that's it."
(Aku cuma lagi quiet quitting. Aku kerja dengan baik di jam kantor, udah itu aja.)

Worker: "POV: Practicing quiet quitting to protect my mental health from burnout."
(POV: Lagi mempraktikkan quiet quitting buat jaga kesehatan mental dari burnout.)
Kira-kira seperti itulah ilustrasi percakapan yang menjelaskan tentang Quiet Quitting. Semoga penjelasan di atas dapat dipahami.

Example sentences containing 'Quiet Quitting'

Quiet quitting is a response to lack of recognition and unfair compensation.

Managers are worried that quiet quitting will decrease the company's productivity.

I decided on quiet quitting because I was tired of working for free on weekends.

Is quiet quitting just setting boundaries, or is it a lack of ambition?

Many Gen Z workers advocate for quiet quitting to maintain a work-life balance.

ADD YOUR COMMENT:

 
English Updates
Copyright © 2020 Paja Tapuih